Image

Niam Muiz, fasilitator

Mengayun memasuki arus menuju muara “mentertawakan diri”
“hypnotis massal” untuk implantasi jangka panjang
Tampil biasa saja. Kasual & interaktif, egaliter.
Metode “experiential”nya selangkah didepan  more

Image

Niam Muiz, bukan motivator

Pengamatan dunia bisnis bukan dari “menara narasumber”
Memetakan persoalan bisnis yang “terlalu nyata” untuk dibantah
Fasilitasi melalui pendekatan “cek skor pertandingan anda”
“Menyudutkan” pada pilihan telak, hingga orang memilih langkah terbaik  more

Image

Niam Muiz, entrepreneur

Pernah menjadi Chief Operating Officer group perusahaan lokal yang mengglobal
Menulis buku “Entrepreneurship Millenium”
Mendampingi 1800 UKM binaan BUMN
Berbagai ilmu pada khalayak muda di berbagai radio  more

Image

Niam Muiz, anak Kiai

Ibunya salah satu perempuan wakil rakyat pertama di Konstituante
Dibesarkan sejak balita ditengah rapat-rapat organisasi masyarakat
Ditiup “aura” kiai-kiai khos, menjangkau langit spiritualitas yang “gaul”
Pancaran universalitas humanisme yang tidak “milik” satu pihak   more


Mar 13
2008

Surat Untuk Barack Obama

Posted by niam in Untagged 

 

Yth Barrrack, 

Saya khawatir kesibukan kampanye Anda untuk mengalahkan Hillary Clinton supaya Anda dapat menjadi calon Presiden Amerika Serikat  tidak meleluasakan Anda membaca surat terbuka ini. Namun saya meyakini  - bukan karena negeri dimana saya tinggal penuh dengan klenik dan takhyul – bahwa Anda memiliki hati yang dapat menangkap energi surat ini, betapapun jarak Anda demikian jauh. Kalau tidak, mustahil Anda dapat berada dalam noktah sejarah sebagai Afro-Amerika pertama yang memiliki peluang terbesar menjadi  presiden negara paling arogan didunia.

Dear Barack,

I am afraid that your hectic moment to defeat Hillary for presidency candidate would not give space for you to read this letter. But it is my belief that – not because so many superstitious observed in my country – you have open heart to absorb the energy of this letter, no matter how distance you are from. Without such quality, it was impossible for you to reach the monumental point of history to be the first Afro-American citizen walk to presidency of the most arrogant government in the world.