|
Written by Webmaster
|
Pengamatan dunia bisnis bukan dari “menara narasumber” Memetakan persoalan bisnis yang “terlalu nyata” untuk dibantah Fasilitasi melalui pendekatan “cek skor pertandingan anda” “Menyudutkan” pada pilihan telak, hingga orang memilih langkah terbaik
Dengan reputasi mendampingi eksekutif puncak hingga level supervisi pada sekitar 80 -100 perusahaan tiap tahunnya, Niam Muiz sekelas para motivator handal negeri ini. Seorang Senior Vice president sebuah perusahaan berbasis teknologi sempat terhenyak mencari referensi buku atas catatan-catatan bisnis yang diassistensi oleh Niam Muiz. Tidak ada yang spesifik, pak, katanya. Ini adalah pengamatan dunia bisnis yang harus dikunyah dalam kesetaraan. Bukan suatu pembelajaran dari “menara narasumber”.
Ia sangat tajam memetakan persoalan bisnis kliennya, namun tidak pernah mengklaim superioritas kredibilitasnya. Umumnya saran pendapatnya “terlalu nyata” untuk dibantah, dan karena sikapnya yang sangat kasual tidak juga menciptakan perdebatan sengit. Life is a choice, demikian pula konstelasi pikiran orang berasal dari database pengalaman dan dikepentingan mana ia berada. Jadi bisa saja yang benar di-tidakbenar-kan, katanya. Tapi, sebagaimana John Naisbitt menyatakan mengenai fundamental mindset, cek saja “skor pertandingan”nya. Tidak ada yang bisa mengingkari bottom line output, katanya.
Maka manakala banyak perusahaan menghadirkan para motivator kedalam annual meeting dan rapat kerjanya, Niam Muiz seringkali hadir tidak sebagai motivator. Ia tampil memperlihatkan kaca cermin yang seringkali “tidak memotivasi”, namun menyesakkan mereka karena hanya menawarkan sebuah pilihan; anda mau hidup berdampingan dengan kenyataan yang “disapu ke bawah karpet”, atau mau berbuat sesuatu bagi dunia mikro yang lebih baik?! Jika pun pada akhirnya ditawarkan langkah solusi, Niam Muiz tidak menyampaikannya dalam intonasi mendorong. Namun memastikan orang memilih langkah secara sadar (berikut konsekwensi yang tidak selalu menyenangkan) semata karena karena pilihan itu demi “dunia mikro yang ditinggalinya” lebih baik esok.
Oleh karena itu, visionary dan change management menjadi modul kontributif Niam Muiz pada berbagai lapisan kalangan yang menikmati pembelajaran yang tidak sekedar bermodal “semangat buta”.
|
|
Last Updated ( Wednesday, 12 March 2008 )
|